Tika neon-neon kota menjelma wajah saat malam menyimbah sinar ke pinggir lembah kau menekur pilu menyembunyi rajuk di dahan kesalkan rimba dinoda tangan yang haloba. Gelap jiwamu seperti menelan bintang bingung berbara seperti meneguk mentari ___di sepanjang hari batin kau tertanya; tidakkah sang kapitalis mendengar tangis hibamu? Lt. Kol. (Dr.) Mohd Fadzly bin Hj Miswan, KDSI 1, Lumut 23 Jun 2023
Karya ini adalah © Hak Cipta Terpelihara WadahDBP. Sebarang salinan tanpa kebenaran akan dikenakan tindakan undang-undang.
