Tuhan,
dewasa yang kukira indah
rupa-rupanya hanya bayang
yang tidak seindah angan.
Impian yang kusangka mudah
menghimpitku dalam diam yang panjang
aku hidup dibebani
takut, sakit, kecewa, dan luka
di manakah cahaya yang kupinta?
Tuhan,
dewasa ini menyakitkan
semakin jauh langkah
semakin tinggi gelombang.
Aku terus hidup dalam bayang-bayang
ketakutan yang tidak bernama
Takut dipersalahkan,
takut ditinggalkan,
takut dikalahkan.
Tuhan,
aku berjalan sendirian
dalam lorong kesepian
peluklah aku
yang kehilangan arah.
Jari kakiku bergetar,
jantungku berdegup laju.
Jeritku tidak kedengaran,
tangisku tidak terlihat.
Meski aku dirantai oleh kesulitan,
aku tetap berjalan dengan senyuman.
Terlalu besar harapku pada-Mu.
dengarkanlah rintihan hatiku
yang ditusuk sembilu kehidupan.
Walau badai datang bertubi-tubi,
aku tetap mahu berdiri.
kerana aku percaya
suatu hari nanti
bantuan-Mu pasti tiba.
