Di bawah langit biru nan luas
dalam riuh-rendah kota yang ramai
terhimpun kisah-kisah kemanusiaan
mengalun lembut seperti suara angin.
Di tepi jalan, terbaring seorang tunawisma
wajahnya menggambarkan perjalanan hidup yang penuh liku-liku
dalam tatapannya tersembunyi cerita pilu
begitu banyak kenangan yang kini tinggal sepi.
Di penjuru desa, terdengar tangisan bayi lapar
matahari terbenam tidak menyajikan harapan
rumahnya berdindingkan anyaman bambu yang rapuh
namun jiwa ibu tetap menggelora penuh cinta.
Di medan perang, tentera berjuang gigih
bertaruh nyawa demi perdamaian yang sirna
mereka ialah manusia, bukan mesin perang dingin
berharap kebahagiaan tak lagi terhalang kebencian.
Kemanusiaan mengajarkan kasih dan belas
menghapus batas ras, agama dan budaya
memandang sesama dengan mata hati yang tulus
menjadi pelita dalam gelapnya dunia.
Marilah kita bersatu, tanpa prasangka dan dendam
membentangkan tangan kepada yang memerlukan
satukan langkah, padu hati dalam cinta yang suci
agar dunia berubah, menjadi lebih manusiawi.
Kemanusiaan ialah dentuman nurani
mengajak kita berbagi, peduli dan saling mengerti
di dalam kedamaian, kita menemukan persaudaraan
menyatu dalam kebersamaan, menjalin ikatan abadi.
