Di pinggir sebuah desa
teguh berdiri teratak usang
di antara sungai, kebun dan ladang
juga pohon-pohon rendang
Di sini aku dan saudara bangkit
dikejut cengkerik lunak bertahmid
di atas dahan pohon renek
dalam kelam fajar penuh barakah
menikmati sahur menjunjung sunah
Indahnya Ramadan,
silaturahim terbina di bawah satu bumbung
aneka juadah terhidang di sudut anjung
sambil menunggu suara keramat azan
sayup berkumandang di hujung kubah
lalu doa diangkat meredah langit merah
dalam keinsafan, menuju fitrah
Malam menyusur tegar mengayuh sepeda
bersama teman-teman menuju musolla
di hamparan sejadah menuju maghfirah
tarawih dan tadarus menanti,
dengan seribu fadilat dan hikmah
Kini Ramadan hanya tinggal kenangan
di sebalik dinding dan lantai usang
bersama rindu nan tidak pernah padam
Noor Huwaina Idris
Kuantan, Pahang
