Cinta yang berkembang dalam redup senja,
Di peraduan hati agama membawa senja.
Namun, di antara kita, terhalang batas keyakinan,
Cinta dan agama, menan dalam konflik tak terpisahkan.
Sang pencipta memandang dari langit tinggi,
Mungkin tersenyum melihat percintaan yang terbelit.
Agama sebagai garis yang memisahkan kita,
Namun, cinta sebagai titik yang menyatukan ragaku dan dirimu.
Takdir terpaut dalam benang yang rapuh,
Ketika cinta berkobar, namun agama bertanya-tanya.
Sang pencipta, apakan la tertawa atau meratapi,
Melihat hamba-Nya terjebak dalam dilema tak berujung.
Namun, mungkin dalam kerumitan takdir-Nya,
Ada pelajaran dan makna yang kita tak tahu.
Agama dan cinta, dua hal yang bermesraan,
Namun terkadang bertabrakan dalam kehidupan manusia.
Di antara doa dan keinginan yang menggema,
Kita berharap sang pencipta melonggarkan benangnya.
Agar cinta bisa tumbuh, mekar di dalam hati,
Meski agama tetap menjadi pilar di kehidupan ini.
Biarlah cinta dan agama berdampingan,
Saling menghormati dalam perjalanan panjang.
Mungkin, sang pencipta merencanakan ujian ini,
Agar cinta yang hakiki bisa bersinar dalam sinar-Nya.
