Kulipat sebuah petang muram
menjadi perahu kecil dari kertas tua
perlahan mudiknya
ke sungai yang sama
tempat kita membaling batu
riak tawa di air
mengusung rindu.
Hening sungai mengairi ingatan
perahu bukanlah utusan
menjauh dibawa arus
aku hanyut duduk di tebing
mengintai langit
mendung kenangan.
Jika kau terlihat
—perahu itu
terapung dalam senja
biarkan sahaja
berlabuh di muara rindu
sama seperti aku.
Karya ini adalah © Hak Cipta Terpelihara WadahDBP. Sebarang salinan tanpa kebenaran akan dikenakan tindakan undang-undang.
